Seni Ukir Daerah Melayu Riau

Seni Ukir Daerah  Melayu Riau – Sebagaimana masayarakat dunia, setiap bangsa memiliki bangunan khas budaya bangsanya yang menjadikan kebanggaan bahkan merupakan monumen suatu bangsa. Setiap daerah juga memiliki bangunan kebanggaan daerahnya yang sudah membudaya begitu lama. Begitu pula daerah Riau ditanah melayu ini juga memiliki rumah adat daerahnya, yang telah berkembang begitu lama, semenjak zaman raja-raja melayu memerintah tempo dulu.

Rumah melayu juga merupakan kebanggaan masyarakatnya, merupakan monumen bagi kehidupan meskipun kini bangunan-bangunan itu tidak banyak lagi dijumpai yang aslinya,  namun dibeberapa daerah masih dijumpai sisa-sisa kejayaan masa lampau tersebut. Namun ini masih bisa dijadikan gambaran akan khasanah budaya negeri ini.

Ada beberapa bentuk type rumah melayu yang terdapat di Riau ini seperti : Rumah bubung Melayu, Rumah lontik, Rumah beratap limas, Rumah bertinggam, Rumah gajah menyusu dan sebagainya. Semua ini merupakan aset kebudayaan melayu

Pada umumnya bangunan-bangunan tersebut dihiasi dengan ukiran-ukiran yang beraneka ragam seperti : selembayung, sayap layang-layang, empang leher, hiasan bidai, lebah bergantung. Kisi-kisi lobang angin, hiasan tiang, pintu dan tingkap, serta masih banyak hiasan-hiasan lainnya.

Pada umumnya kelengkapan hiasan yang melengkapi bangunan tersebut menggambarkan tingkat sosial dari penghuni rumah tersebut. Bagi rakyat kebanyakan boleh saja bangunan rumahnya  tidak dilengkapi  dengan hiasannya, tentu lain pula bagi bangsawan, orang terpandang, rumahnya tentulah harus memenuhi persyaratan, kalaulah bangunan rumahnya tidak dilengkapi dengan hiasan-hiasan tersebut disamping mengurangi wibawa, rumahnya disebut bangunan telanjang.

Bangunan tradisi Melayu Riau pada hakekatnya adalah Rumah Panggung (bertiang). Hal ini karena dipengaruhi oleh letak geografis daerah.

Bagi orang melayu rumah bukan saja dipergunakan untuk tempat melakukan berbagai kegiatan kehidupan rumah tangga saja, tetapi juga menjadi kebanggaan dan lambang kesempurnaan hidup.

Berbagai ungkapan tradisional melayu menyebutkan : rumah adalah “Cahaya hidup” dibumi, tempat beradat berketurunan, tempat berlabuh kaum kerabat, tempat singgah dagang lalu, hutang orang tua pada anaknya dan sebagainya.

Itulah sebabnya mengapa rumah mustahak didirikan secara cermat dan penuh perhitungan yang matang.

Rumah melayu juga mempunyai makna dan arti simbolik bagi filosofis kehidupan orang melayu, yang kini makna serta artinya tidak lagi dihiraukan, karena  filosofi kehidupan tradisi itu kini telah banyak terlupakan, tidak banyak orang yang masih peduli akan makna itu. Dan masyarakat pun enggan untuk mempelajarinya kembali, karena mulai hanyut oleh arus  zaman yang begitu deras.

Sebagaimana didaerah-daerah diseluruh Nusantara ini seni ukir daerah telah tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari budaya daerah, begitu pula daerah Riau juga memiliki seni ukir daerahnya yang telah tumbuh dan berkembangan sebagai bagian dari budaya daerah, yang telah tumbuh ditengah kehidupan kebudayaan masyarakat riau semenjak ratusan tahun silam. Seni ukir daerah Riau telah digunakan oleh masyarakat untuk memperindah alat-alat rumah tangga, senjata-senjata tajam, bangunan-bangunan dan sebagainya.

Motif-motif ukiran itu umumnya diambil dari: Motif tumbuh-tumbuhan seperti : akar paku, pucukrebung, tampukmanggis, kuntum takjadi.

Motif hewan:  Semut beriring, itik sekawan, lebah bergantung, ukiran naga, siku keluang, dan sebagainya.

Motif alam : Awan larat, bintang-bintang, bulan mengambang, tandukbuang dsb. disamping itu ada pula ukiran yang bermotif agama yang dinamai kaligrafi atau kalimah. Motif-motif yang lain yang digunakancuntuk menghiasi bidang-bidang tertentu misalnya :

-Ukiran Selembayung , digunakan untuk menghiasi puncak perabung atap anjungan.

-Ukiran Sayap layang-layang , digunakan untuk menghiasi sudut kiri kanan atap anjungan.

-Ukiran Lebah bergantung , digunakan untuk menghiasi les plank.

- Ukiran Jerajak bubutan (pinang-pinang /gasing-gasing)

Warna-warna yang dipakai dalam ukiran ini :

-Putih               : Lambang kesucian

-Merah            : Lambang persaudaraan dan keberanian

-Kuning            : Lambang kekuasaan, warna ini biasa dipakai untuk pakaian keluarga raja.

- Biru               : lambang keperkasaan dilautan, pakaian bagi laksamana kerajaan

- Hijau              : Lambang kesuburan dan kemakmuran

- Hitam            : Lambang keperkasaan

- Keemasan    : Lambang kejayaan dan kekuasaan

Demikian informasi Tentang Arti dan Lambang Seni Ukir Daerah  Melayu Riau semoga Bermanfaat.

Incoming search terms:

  • seni rupa melayu riau
  • seni ukir riau
  • Photo telanjang muahara
Seni Ukir Daerah Melayu Riau | okeshared | 4.5