Ujian Nasional Penting Secara Politis dan Filosofis

Ujian Nasional Penting Secara Politis dan Filosofis – Pemerhati pendidikan, Arief Rahman, mengaku setuju dengan standar nasional pendidikan, termasuk mempertahankan pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Hal ini dikatakan Arif menyikapi masih adanya suara penolakan terhadap UN.

Menurut Arief, selama beberapa tahun penyelenggaraan UN memang telah banyak mengalami perbaikan. Dia menganggap pemerintah telah mengakomodir pertimbangan kondisi di daerah dan keadaan guru yang sangat berbeda-beda.

“Itu sebabnya saya menganggap ujian nasional ini penting dan perlu. Saya mendukung UN tetap dilaksanakan,” katanya pada Konvensi UN di Kemdikbud, Jakarta, Kamis (26/09).

Arief pun mengemukakan sejumlah alasan agar UN tetap digelar. Pertama, UN secara politis untuk menyatukan kekuatan para murid, para guru, dan semua insan pendidikan di dalam wadah NKRI. Kedua, secara filosofis dan akademis tidak ada jenjang pendidikan yang tidak diselesaikan dengan sebuah evaluasi. “Karena itu ujian sangat penting sekali,” katanya.

Meski demikian Arief mengaku dapat memahami adanya penolakan terhadap UN seperti diungkapkan Sekretaris Jenderal Federasi Guru Seluruh Indonesia, Retno Listyarti. Namun Arief menegaskan, perlu juga publik tahu bahwa UN dalam pelaksanannya sudah mengalami banyak penyempurnaan.

“Untuk itu, saya mengusulkan supaya pelaksanaan UN menejemennya diperbaiki, dan ujian nasional ini dipakai untuk pemetaan yang memperbaiki fasilitas terutama keadaan pendidikan di daerah,” katanya.

Bagaimana dengan tidak adanya penyebutan UN dalam undang-undang?  “Mana sih yang lebih penting? Evaluasi pendidikan atau undang-undangnya. Ya perbaiki saja undang-undangnya. Cepat letakkan kata ‘UN’, beres!” katanya  | jpnn.com

Ujian Nasional Penting Secara Politis dan Filosofis | okeshared | 4.5