Seribu Satu Puisi untuk Kakak

Friday, November 16th, 2012 - Bookmarks

Seribu Satu Puisi untuk Kakak  Oleh :Riauka Sri SartikaMentari menyongsong pagi, seketika menghantarkan hembusan embun yang tak tersentuhi. Secerca cahaya pun menghiasi. Tak terkira memang, seberapa besar nyali ku untuk bartahan, tanpanya yang tak lengkang oleh waktu.

Cerpen Ini Dipersembahkan dalam Lomba Menulis Cerpen SMANPLUS Riau 17. November 2012.

Profil :

Nama:Riauka Sri Karina

Ttl: Sei Garo, 29 oktober 1995

Sekolah:SMAN 1 TUALANG  XII IPA

Pengalaman Seni  : Aktor Teater Kartini.

Nasakah Teater Kartini Berdarah 2012 (Nota Riauka. Belum punya blog. Nitip Cerpen Sementara di Okeshared.)

Saat matahari berada di ufuk timur, terdengar suara sesosok pemuda dengan kemeja batik yang unik seraya menghampiriku kembali ke masa lalu. Dengan kepercayaan diri dan ambibisi yang cukup tinggi, ku coba mendekatinya demi mengawali cerita. Dua hingga tiga langkah terlewati,  dia langsung menatapku dengan bola matanya yang tajam seakan ingin keluar dari batoknya, dan seketika membuat antusiasku turun 360 derajat.ku percepat langkahku dengan menundukkan kepala,  Entah karna aku takut atau malu, yang pasti tak terpikir oleh ku sebelumnya ini akan terjadi.

Oh tuhan…

Mengapa engkau turunkan indra ketujuh itu tepat saat aku hendak menyapanya.Ku letakkan tanganku di dada, bersandar ku berusaha menahan jantung untuk seberapa hela yang tinggal di hitung detik akan copot. Tiba-tiba seorang yang menggunakan kemeja batik yang sama menghampiriku, diletakkan tangannya di pundakku. Dia berkata “ dia sebenarnya tidak seperti yang terlihat tadi”. Aku tidak tahu maksud dari pernyataannya. yang jelas mau itu pesan atau peringatan, aku sangat tidak peduli.

Tepat pukul enam belas lewat lima menit, aku pergi ke suatu tempat yang terdapat sebuah pohon dan kerab ku kunjungi setiap kali ku bersama dia. Tempat itu ku beri nama pohon saudara. Namun kali ini kepergianku tidak bersamanya. Ku coba melupakan setiap kisah yang tercipta hingga tetesan air mata jatuh tak terbendung. Alam pun mencoba menyamaiku. kaki yang tadi kuat kini tak sanggup melewati setapak untuk pergi dari tempat yang penuh sejarah.

Tepat di ujung jalan terdengar seorang berteriak memangil

Adik.. dik….

Hatiku tersentuh mendengar perkataan” dik” lalu ku lihat sekelilingku, hanya ada aku disini, saat ku berbalik pandangan, seketika itu dia berkata,, dik ini kakak. Dalam hati ku berbisik,  tuhan seandainya dia… tiba-tiba dia menarik tanganku menuju tempat perteduhan yang tidak jauh dari ujung jalan itu.

Adik..apa yang membuatmu menangis

Mendengar pertanyaan itu aku begitu nestapa, mengapa kata itu yang terlontar dari mulutnya. Seandainya kakiku masih kuat untuk berjalan maka niscaya aku akan lari dari pandangannya. Melihatku terdiam membisu, dia tatap wajahku yang pucat penuh rasa kasih.

Adik.. maaf atas kejadian tadi pagi.

Ku menunduk kepala sebagai lamang isyarat “iya”, lalu ku coba menggerakkan bibirku yang beku untuk berkata. Dengan suara penuh kesedihan.

Kak,  aku menginginkannya kembali. Aku ingin dia ada di sini bersamaku. Tapi apa mungkin itu terjadi.? Kak aku sangat mencintai dan menyayanginya. Bagi ku tak seorangpun yang dapat menggantikannya. Dia kakak terbaik yang pernah ku miliki kakak.

Mendengar perkataanku

Kak.. kakak kenapa menangis,

Adik, adik harus mengikhlaskan kepergiannya, adik gag boleh terus menerus terpuruk seperti ini. dik, kakak mau jagi kakak adik meski hanya sebatas kakak angkat. Asal adik janji jangan bersedih lagi.

Di usapnya air mata di pipiku . sepertinya aku pernah merasakan hal ini sebelumnya .

Hari berganti bulan kami lalui, keceriaanku kembali seperti sedia kala. Menjalin kisah persaudaraan dengannya adalah kisah yang tak terlewatkan, begitu berharga saat bersamanya. hingga tercipta 1001 puisi untuk kakak yang mengakhiri kisah perjalanan persaudaraanku dengannya.( Riauka S.K)

 

Incoming search terms:

  • puisi untuk kakak angkat
  • puisi untuk kaka
  • puisi kakak kandung
  • puisi buat kakak angkat
  • puisi untuk kakak
  • puisi untuk kakak yang jauh
  • adik angkat dan kakak angkat
  • Puisi untuk kaka terbaik
  • puisi adik untuk kakak
  • puisi untuk saudara yg jahu

Advertisement
Seribu Satu Puisi untuk Kakak | okeshared | 4.5