Unsur Pementasan Dalam Drama/ Film

Tuesday, November 20th, 2012 - Bookmarks, Naskah Teater

Unsur Pementasan Dalam Drama/ Film  sebagai kecintaan dalam ilmu pengetahuan seni pada kesempatan ini mengulang kembali merefisi dan mungkin banyak didalam catatan buku pelajaran sebagai penambah pengetahuan dan berbegi informasi dalam seni drama dan dan film berikut Unsur Pementasan Dalam Drama/ Film

“1. Naskah/ Skenario

     Naskah drama adalah karangan yang berisi sebuah kisah dengan nama-nama tokoh dan dialok yang diucapkannya. Keterangan tentang akting dan keadaan suatu adegan ditambahkan untuk memperjelas adegan dan membantu pemeran mengerti akting bagaimana yang sebaiknya dilakukan.

Skenario adalah naskah drama (besar) atau film yang di dalamnya terdapat uraian lengkap tentang: keadaan, properti, nama tokoh, karakter, petunjuk akting/ ekspresi dan sebagainya. Tujuannya adalah agar sutradara dapat menyajikannya dengan lebih realistis).

b. Pemain/ Pemeran

1.    Peran utama

Peran utama ialah peran menjadi pusat perhatian dalam kisah. Jumlahnya  lebih dari satu, tetapi semuanya harus tetap digambarkan lebih utuh daripada peran yang lain. Biasanya peran ini tampil lebih sering dari pada peran lain dan memiliki lebih banyak dialok. Ini terutama agar karakter sang peran utama dan kisah drama tergambar lebih baik.

2.    Peran pembantu

Peran penting tetapi bukan yang menjadi pusat perhatian. Jumlahnya boleh lebih dari satu. Fungsinya untuk membantu perkembangan kisah dan mendukung penggambaran kisah dan mendukung penggambaran karakter peran utama.

3.    Peran tambahan/ figuran

Peran yang diciptakan untuk memperkuat gambaran suasana.

Selain itu, dalam film juga sering diperlukan pemain pengganti (stunman) untuk  menggantikan pemain tetap dalam adegan berbahaya

c. Sutradara

Sutradara ialah orang yang memimpin dan mengatur seluruh teknik pembuatan atau pementasan drama/ film. Sutradaralah yang menafsirkan dan menerjemahkan kisah dari bentuk naskah ke dalam wujud nyata pertunjukan. Seorang sutradara harus menguasai seluruh aspek dalam pembuatan/ pementasan drama/film. Sehingga, tiap bagian bisa dikontrol dengan baik dan pementasan bisa maksimal.

Dalam membuat film, seorang sutradara dibantu oleh asisten, seperti asisten properti, akting, dan laga. Selain itu, kerabat kerja yang lain seperti juru kamera, bagian penataan, dan penyuting haruslah orang yang sepaham dengannya dalam mewujudkan hasil akhir film.

d. Properti

Properti adalah seluruh perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan drama atau film. Properti ini bisa yang dikenakan atau tidak dikenakan oleh pemain, dan nantinya dalam pementasan . Properti film tidak terbatas seperti properti drama. Yang termasuk dalam properti  bisa sangat banyak. Mulai dari busana pemain dan segala kelengkapannya, set dekorasi, mebel dan hiasan ruangan, model turunan karakter (seperti robot dan monster), maket lokasi, gedung atau ruangan tiruan, kendaraan, bahkan hewan.

e. Penataan

Penataan adalah semua bagian pekerjaan yang mendukung terlaksanaanya pembuatan drama.

1. Tata rias

    Tata rias adalah cara mendandani pemain dalam memerankan tokoh tertentu agar lebih mnyakinkan. Tata rias mendukung pemunculan sebuah karakter.

2. Tata busana

    Tata busana adalah pengaturan pakaian pemain agar mendukung keadaan yang dikehendaki. Busana hendaknya disesuaikan dengan tepat adegan (pakaian di sekolah berbeda dengan pada suasana pesta), karakter peran ( Pakaian ABG berbeda dengan pakaian pekerja kantor), juga waktu atau zaman cerita (pakaian zaman kerajaan berbeda dengan pakaian masa kini)

3. Tata pentas/properti

Istilah lain yang digunakan adalah seting. Yaitu, mengkomposisikan properti sedemikian rupa agar efektif mendukung pementasan drama atau visualisasi film.

4. Tata lampu

Tata lampu adalah pengaturan cahaya di panggung atau saat pengambilan adegan dalam pembuatan film. Posisi lampu dan intensitas cahaya yang digunakan disesuaikan dengan keadaan yang dikehendaki.

5. Tata suara

     Terdiri dari pengaturan pengeras suara, musik pengiring, dan suara-suara alam agar lebih mendukung adegan.

6. Pentas

Pentas adalah tempat diselenggarakannya pertunjukan. Merupakan tempat pemain dan penonton bertemu, baik secara langsung seperti pada panggung dan arena, atau tak langsung seperti melalui layar televisi dan bioskop.

f. Penonton

Penonton termasuk unsur pementasan drama atau flim karena merupakan saksi dari hasil akhir seluruh kerabat kerja. Penontonlah yang mengapresiasi dan menilai karya seni yang baru selesai dipentaskan. Suatu karya seni akan sia-sia jika tidak memiliki penikmat karya tersebut. Dari para pemikat ini juga pembuat karya akan mendapat masukan untuk meningkatkan mutu hasil karyanya.”

Sebagai Pengetahuna dalam pembelajaran seni teater  di kutip dlam buku seni budaya Unsur Pementasan Dalam Drama/ Film

Editor.( Fsya)

Incoming search terms:

  • siapakah yang memimpin pementasan drama
  • Unsur pementasan drama dan film
  • perlengkapan pementasan drama
  • siapa yang memimpin suatu pementasan drama
  • teknik akting dalam pentas
  • Siapa yang memimpin pementasan drama
  • perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan drama
  • orang yang memimpin pementasan drama disebut
  • yang memimpin pementasan drama
  • orang yang mengatur peran para tokoh dalam pementasan drama disebut

Advertisement
Unsur Pementasan Dalam Drama/ Film | okeshared | 4.5